Biasanya orang baru memikirkan tensimeter setelah ada yang didiagnosis hipertensi di keluarga. Lalu mulai mencari, dan yang muncul puluhan model dengan bentuk hampir sama, harga berbeda jauh, dan semuanya mengaku akurat. Wajar kalau bingung.
Tenang, ada enam hal sederhana yang bisa Anda periksa sebelum memutuskan.
1. Tipe lengan atau pergelangan
Tensimeter lengan atas umumnya lebih disarankan untuk pemakaian rutin karena hasilnya cenderung lebih konsisten. Tipe pergelangan jauh lebih ringkas dan mudah dibawa, tetapi hasilnya lebih mudah bergeser kalau posisi tangan sedikit saja tidak tepat. Kalau tujuan utamanya memantau tekanan darah orang tua di rumah, tipe lengan atas biasanya pilihan yang lebih aman.
2. Ukuran manset
Ini yang paling sering terlewat. Manset yang terlalu kecil bisa membuat angka terbaca lebih tinggi dari sebenarnya, sedangkan manset yang terlalu besar bisa membuatnya lebih rendah. Ukur lingkar lengan atas dengan meteran kain, lalu cocokkan dengan rentang ukuran manset yang tertera di kemasan.
3. Izin edar
Alat kesehatan yang beredar resmi di Indonesia memiliki nomor izin edar Kemenkes (berawalan AKD untuk produk dalam negeri atau AKL untuk produk impor). Cek nomornya di kemasan atau halaman produk. Kalau penjual tidak bisa menunjukkannya, pertimbangkan lagi.
4. Fitur yang benar-benar terpakai
- Layar besar dengan angka jelas, terutama untuk lansia.
- Memori hasil pengukuran, supaya tren mingguan bisa dibawa ke dokter.
- Indikator detak tidak teratur, kalau Anda ingin tahu lebih banyak.
- Sumber daya ganda: baterai dan adaptor, agar tidak mati di tengah pengukuran.
Fitur seperti Bluetooth atau aplikasi boleh saja, asalkan Anda memang akan memakainya.
5. Garansi dan layanan purna jual
Tensimeter dipakai bertahun-tahun. Pastikan ada garansi yang jelas dan tempat bertanya bila alat bermasalah.
6. Cara memakai yang benar
Alat sebagus apa pun akan memberi angka menyesatkan bila caranya keliru. Beberapa kebiasaan yang membantu:
- Duduk tenang sekitar lima menit, punggung bersandar, kaki menapak lantai.
- Letakkan lengan sejajar dengan jantung, di atas meja.
- Hindari kopi, rokok, dan olahraga berat minimal 30 menit sebelumnya.
- Jangan berbicara selama pengukuran.
- Ukur dua kali dengan jeda satu menit, lalu catat keduanya.
Membaca angkanya
Secara umum, tekanan darah di bawah 120/80 mmHg dianggap normal. Bila hasil berulang kali berada di 140/90 mmHg atau lebih, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Jika angkanya sangat tinggi, misalnya 180/120 mmHg, disertai sakit kepala hebat, nyeri dada, atau sesak napas, segera ke IGD. Tensimeter di rumah membantu memantau, bukan menggantikan diagnosis dokter.
Sedang mencari tensimeter yang pas untuk keluarga? Lihat pilihan tensimeter digital di kumara.co.id, atau tanyakan ke tim kami untuk membantu memilih sesuai ukuran lengan dan kebutuhan pemakai.